Mekanisasi Pertanian || Teknik Pengolahan Tanah
Mengakar.com - Teknik Pengolahan Tanah merupakan sub-bab pertama pada matakuliah Mekanisasi Pertanian. Pada bab Teknik Pengolahan Tanah kita akan mendalami seputar dunia bajak dan traktor, dimana kedua alat ini merupakan ciri khusus yang teman-teman kenal pada alat mesin pertanian. Yuuk..! Berikut ini bab Mekanisasi Pertanian "Teknik Pengolahan Tanah".
TUJUAN PENGOLAHAN TANAH
Pada Dasarnya tujuan dari pengolahan lahan Tanah bertujuan untuk menyiapkan lahan sebagai media tanam komoditas agar dapat memaksimalkan kandungan hara yang berada dalam tanah. Namun, spesifkasi dari tujuan Pengolahan Tanah, yaitu:
- Membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan
- Menempatkan seresah atau sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar dekomposisi dapat berjalan dengan baik
- Menurunkan laju erosi (dengan mengatur arah alur)
- Meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapang
- Menyatukan pupuk dengan tanah dan mempermudah pengaturan air
A. Menilai Indikator Kualitas Tanah
- Texture, Tekstur tanah adalah perbandingan komposisi partikel-partikel tanah yang berada pada lahan. Berdasarkan Ilmu Tanah, Tekstur tanah yang baik adalah bersifat humus yang memiliki tekstur Lempung berpasir atau Liat berpasir. Sehingga kedua tekstur tersebut dapat menahan akar tanaman agar tidak mudah tumbang namun tetapi menjagai tingkat infiltrasi air.
- Depth of soil, Kedalaman Tanah meliputi hubungannya dengan unsur hara yang terkandung, biasanya tanah yang memiliki kedalaman cukup tinggi menandakan tanah yang sudah mengalami Pedogenesis atau pematangan tanah. Sehingga semakin dalam tanah yang terbentuk akan menciptakan Horizon tanah yang spesifik dan semakin mudah serta baik kualitasnya.
- Infiltration, Infiltrasi memiliki hubungan porositas tanah dan gaya tarik matriks partikel tanah dalam menyerap air menuju ke dalam tanah. Sehingga, alasan mengolah tanah berujuan untuk meningkatkan infiltrasi tanah agar dapat menyerap air sebanyak mungkin.
- Bulk density Berat isi tanah menjadi indikator selanjutnya, karena berat tanah memiliki hubungan eratnya tekstur tanah, semakin empung tekstur tanah maka Bulk Densitynya semakin besar. Maka, semakin besar Bulk Density pada tanah akan semakin tidak subur struktur tanah.
- Water holding capacity, Kemampuan menahan air menjadi indikatir tanah yang memiliki hubungan dengan tekstur dan struktur tanah, dimana semakin gembur tekstur tanah maka semakin banyak air yang dapat ditahan pada porositas tanah. Sedangkan semakin lebar struktur tanah maka semakin banyak pula air yang dapat ditahan oleh tanah dengan menggunakan gaya Matriks tanah.
- Soil organic matter, Bahan organik menjadi ciri khusus tanah ini menjadi sangat berkualitas atau tidak, sebab pada tanah yang mengandung banyak sekali bahan Organik maka akan menunjang Unsur hara yang banyak pula. Sehingga, kualitas Kimia hara dan tekstur tanah akan semakin baik dan semakin subur.
- pH, pH tanah yang sesuai dengan karateristik tanah akan menjadi penanda unsur hara yang terkandung, Semakin rendah pH tanah atau asam maka semakin banyak kandungan Unsur hara Makro yang terkandung seperti N, P, K, S, dan Mg. Sedangkan semakin tinggi pH tanah atau Basa maka semakin banyak kandungan Unsur Hara Mikro yang terkandung seperti Zn, Fe, Cl dan sebagainya.
- Electrical conductivity, Konduktor ini berpengaruh terhadap proses percepatan akar dalam menyerap dan mengikatnya unsur hara tanah. Semakin tinggi elektron yang ada pada tanah maka semakin cepat proses pertukaran unsur hara oleh akar.
- Microbial biomass, Mikroba yang terkandung dalam tanah akan sangat sekali membantu proses Dekomposisi bahan organik sisa dari tanaman tersebut. Sehingga, semakin banyak mikro yang terkandung di dalam suatu tanah maka akan semakin banyak bahan organik yang segera diolah menjadi unsur hara bagi tanaman di lahan.
- Soil respiration, Aeresi Tanah mengarah kepada porositas dan tekstur tanah, sehingga dengan adanya aeresi tanah yang baik maka kehidupan mikroba yang terkandung didalamnya akan semakin sehat dan semakin banyak. Dengan semakin banyaknya Mikroba yang terkandung maka proses dekomposisi akan semakin maksimal.
B. Macam-macam Pengolahan Tanah
- Pengolahan tanah pertama (primary tillage)
Tanah dipotong kemudian diangkat dan dibalik agar sisa tanaman yang ada di permukaan tanah dapat terbenam di dalam tanah. Kedalaman pemotongan dan pembalikan umumnya diatas 15 cm. hasil berupa bongkahan yang masih berukuran besar. Alat pengolahan tanah pertama adalah alat-alat yang pertama sekali digunakan yaitu untuk memotong, memecah dan membalik tanah.
Pada kegiatan pengolahan tanah terdapat dua proses/kejadian yang berlangsung secara bersamaan ataupun terpisah yaitu, pemotongan/ penggemburan tanah dan pembebanan pada tanah. Apabila tanah hendak digemburkan maka diperlukan suatu alat yang dioperasikan pada tanah. Alat tersebut dinamakan "Tine" apabila efek penggemburan yang dicapai lebih diutamakan dibandingkan dengan lebar alat. Sedangkan alat operasi akan disebut "bajak" bila efek penggemburan terutama dibatasi pada tanah sebatas lebar alat operasi.
2. Pengolahan tanah kedua (secondary tillage)
Bongkahan tanah yang masih berukuran besar dan sisa tanaman yang telah terpotong pada pengolahan pertama akan dihancurkan lebih halus dan sekaligus mencampurnya dengan tanah. Selain itu, pada pengolahan sekunder ini dapat diberikan campuran bahan organik, berupa pupuk organik, biomassa, air kapur, dan sebagainya guna bahan penunjang pengolahan lahan. Serta, pengolahan Sekunder akan diolah sehingga lahan tanam akan membentuk bedeng, gundukan atau gumbukan.
PERALATAN PENGOLAHAN TANAH
Alat-alat pengolahan tanah pertama ada beberapa macam, yaitu :
1. bajak singkal (moldboard plow)
2. bajak piring (disk plow)
3. bajak pisau berputar (rotary plow)
4. bajak chisel/pahat (chisel plow)
5. bajak subsoil/tanah bawah (subsoil plow)
Alat Pengolahan Tanah Kedua, antara lain:
- Garu piringan
- Garu sisir/paku
- Garu bergigi per/pegas
- Garu khusus : pencacah gulma/ seresah, pemotong putar, penggembur tanah
DAMPAK DARI PENGOLAHAN LAHAN YANG BURUK
Lahan yang buruk persiapannya akan menyebabkan permasalahan manajemen selanjutnya. Tanda-tandanya meliputi:
- Penanaman tumbuhan yang buruk
- Hama/tanaman liar yang banyak
- Tanaman yang tumbuh tidak merata
- Penggunaan air yang tidak efisien
Posting Komentar untuk "Mekanisasi Pertanian || Teknik Pengolahan Tanah"